Artikel ASI Again…

Untuk menstimulasi dan menjaga ketersediaan ASI, berikut ini tips yang bisa dilakukan oleh moms:

  • Makan yang cukup dan bernutrisi seperti buah-buahan dan sayuran. Dengan makan yang cukup, maka jumlah ASI yang dikeluarkan juga relatif banyak
  • Banyak meminum cairan membuat ASI mengalir terus. Cairan yang dimaksud di sini tidak harus berupa susu. Bisa juga berupa air putih, sup, jus, dan sebagainya
  • Semakin sering menyusui maka ASI akan mengalir lancar. Karena itu, lakukanlah kegiatan menyusui sesering mungkin. Ingatlah hukum “demand and supply”. Semakin banyak permintaan (ASI) maka akan semakin besar ketersediaan ASI
  • Bila salah satu payudara ketersediaan ASI-nya telah habis ketika menyusui, gantilah ke payudara yang satunya lagi, agar kedua payudara aktif memproduksi ASI
  • Melakukan pompa payudara di kala sedang tidak menyusui si kecil. Selain menyimpan kelebihan susu, memompa payudara dapat menjaga ASI tetap lancar
  • Konsumsi jenis herbal tertentu seperti daun katuk, dipercayaa bisa menjadi salah satu cara untuk melancarkan ASI.  Sekarang ini banyak sekali suplemen yang mengandung bahan herbal yang dapat memperlancar ASI. Jika ragu memilih jenis suplemen yang mana, moms bisa berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu
  • Stress dapat mempengaruhi ketersediaan ASI. Istirahatlah yang cukup agar moms terhindar dari stress. Kalau perlu, minta bantuan suami, saudara, atau baby sitter untuk menjaga si kecil selama Anda beristirahat. Ingat bahwa suami juga ikut berperan penting dalam keberhasilan menyusui
  • Masih berhubungan dengan kata “stress” di atas, moms perlu untuk stay positive, yakin bahwa dirinya sanggup memenuhi kebutuhan ASI si bayi. Faktor pikiran dan psikologis juga mempengaruhi hormon dalam memproduksi ASI
  • Karena menyusui dapat menghabiskan kalori hingga sebesar 500 kalori per hari, maka moms harus mengonsumsi cukup kalori. Jika kelelahan, ditakutkan mood untuk menyusui si kecil akan menurun. Akibatnya hukum “demand and supply” akan ikut menurun sehingga produksi ASI juga berkurang

tetep….

ASI Is the best dah…

 

Merawat Payudara dan memperlancar ASI

tak ada kata TIDAK buat ASI, so ayo bunda2 berikan asi buat bayi kita, makanan terbaik buat si bayi,,,,
Perawatan payudara selama kehamilan menyumbang pengaruh besar untuk mewujudkan tercapainya program ASI eksklusif.

Kapan sebaiknya perawatan payudara mulai dilakukan? Ahli menganjurkan setelah kehamilan berusia 5-6 bulan. Kalau sebelum itu, perangsangan pada puting malah bisa menimbulkan kontraksi rahim. Nah, di bawah ini adalah tata cara pelaksanaan perawatan payudara yang bisa ibu hamil lakukan sehari-hari. Jangan lupa, sejak usia kehamilan lima bulan ya Bu.

* Pemijatan

Bisa dilakukan saat mandi.

– Sebelumnya siapkan air hangat dan air dingin di wadah yang terpisah, minyak kelapa atau baby oil, handuk, dan kapas.

– Bersihkan payudara dengan air hangat, lalu pijat menggunakan minyak.

– Cara pemijatannya dengan menggunakan kedua tangan. Sekeliling payudara diurut memutar searah jarum jam kemudian berbalik arah/berlawanan jarum jam. Setelah itu lakukan pengurutan dari pangkal menuju puting. Namun, puting tak perlu dipijat.

– Setelah itu ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung ruas jari supaya sirkulasi darah bekerja baik.

– Selanjutnya bersihkan puting dengan menggunakan kapas dan minyak. Minyak akan melenturkan dan melembapkan puting.

– Terakhir, bersihkan payudara dan puting memakai air hangat dan dingin. Tujuannya untuk memperlancar sirkulasi darah.

– Keringkan payudara dengan handuk lembut. Kalau perlu oleskan pelembap atau krim anti stertch marks yang aman untuk mencegah rasa gatal akibat jaringan kulit merekah seiring membesarnya payudara.

* Senam Teratur

Payudara pun perlu dirawat dengan senam. Senam payudara berguna untuk memperkuat otot pektoralis yang berada di dada. Senam ini membantu mempertahakan kepadatan payudara dan merangsang produksi ASI menjadi lebih baik. Ada dua macam senam yang bisa ibu lakukan dan mudah dipraktikkan.

Berikut urutannya. Lakukan senam sebelum atau sesudah mandi.

1. Posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku, sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan (seperti orang bersidekap). Kemudian tekan kuat-kuat ke arah dada dengan cara mempererat pegangan, sehingga otot-otot dasar payudara terasa tertarik. Selanjutnya lemaskan kembali. Lakukan berulang-ulang hingga 30 kali.

2. Pegang bahu dengan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan sehingga lengan bagian dalam mengurut (massage) payudara ke arah atas. Diteruskan gerakan tangan ke atas ke belakang dan kembali pada posisi semula. Lakukan latihan ini 20 kali putaran.

* Memakai Bra Yang Pas

Untuk mengatasi rasa tak enak pada saat payudara membesar, pakailah bra yang pas dan bisa menyangga payudara dengan baik. Jangan gunakan yang terlalu ketat atau longgar. Bra yang terlalu sempit akan menghambat perkembangan kelenjar payudara, sedangkan yang terlalu longgar akan membuat payudara tampak jatuh dan tidak nyaman kala dikenakan.

Bra untuk payudara yang sangat besar ada baiknya memakai penyangga kawat. Bra yang tak menopang dengan baik, akan membuat payudara yang besar cenderung turun dan membentuk lipatan di bagian bawah payudara.

Sementara jika si ibu hamil tak menjaga kebersihan dan kekeringan di bawah lipatan tersebut, maka akan membuka peluang jamur untuk tumbuh.

Pilihlah bra dari bahan katun atau campuran katun sehingga nyaman dipakai dan mudah menyerap keringat. Tali pengikatnya pilih yang lebar sehingga dapat menyangga payudara dengan baik.

Gazali Solahuddin/berbgai sumber

ANEKA MASALAH PAYUDARA

1. PUTING RATA

Kelainan yang dikenal dengan retracted nipple ini penyebabnya belum diketahui. Cara mengatasinya dengan menarik-narik puting secara kontinu yang dimulai kala kehamilan di atas 5 bulan. Cara menariknya dengan memutar kiri-kanan, lantas tarik keluar. Setelah puting berhasil keluar, ibu harus rajin menyusui.

2. PUTING LECET

Penyebabnya tak lain karena teknik menyusui yang salah. Untuk itu ketahui teknik menyusui dengan benar. Sebelum menyusui, usahakan puting selalu dalam keadaan kering lalu oleskan sedikit ASI pada puting. Ingat ASI memiliki zat-zat untuk mengusir kuman disekitar areola.

3. SALURAN TERSUMBAT

Saluran tersumbat biasanya mengakibatkan benjolan lokal di salah satu bagian payudara, sementara bagian yang lain tidak. Cara mengatasinya dengan selalu berusaha menyusukan ASI hingga payudara kosong. Massage-lah benjolan akibat penyumbatan ASI tersebut. Kemudian kompres dengan handuk yang telah direndam air hangat, selanjutnya kompres payudara dengan handuk yang telah direndam air dingin. Lakukan terus hingga benjolan hilang.

4. PAYUDARA BENGKAK

Penyebabnya tak lain karena pengeluaran ASI yang tidak lancar. Pembengkakan tak selalu terjadi pada kedua belah payudara. Bisa saja hanya terjadi pada satu payudara. Mengatasinya, sebaiknya dalam menyusui memakai cara menggiring bola. Kalau bayi merasa nyaman menyusu di payudara kiri ibu, berarti posisi pipi kananlah yang selalu menempel ke payudara ibu, kan? Nah, gunakan taktik, menggesernya dari payudara kiri ke payudara kanan dengan tetap pada posisi pipi yang sama yang menempel di badan ibu. Tentu bayi akan merasa ia tetap menyusu di payudara kiri ibu padahal sudah bergeser ke payudara kanan.

Meski payudara dalam keadaan membengkak, ibu harus tetap sering menyusui bayi. Karena dengan begitulah isi “gudang” ASI bisa berkurang. Kalau bayi sudah kenyang, perahlah payudara hingga ASI-nya habis.

5. MASTITIS ATAU INFEKSI PAYUDARA

Ciri-cirinya bengkak, merah, dan terasa nyeri. Kalau sudah begini mau tak mau ibu harus minum antibiotika untuk mengatasi infeksi. Massage tidak boleh dilakukan.

6. PAYUDARA ABSES

Penanganan mastitis yang terlambat bisa mengakibatkan payudara abses. Jika sudah abses bayi tak boleh lagi menyusu dan mau tak mau, kulit bagian itu harus diinsisi/dibuka dengan operasi kecil untuk mengeluarkan nanahnya.

Sumber : Nakita Tabloid 071008

Bagaimana ASI terbentuk ?



Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu. Bayi menggunakan refleks menghisap untuk mendapatkan dan menelan susu. Seorang bayi dapat disusui oleh ibunya sendiri atau oleh wanita lain. ASI juga dapat diperah dan diberikan melalui alat menyusui lain seperti botol susu, cangkir, sendok, atau pipet.

ASI terdiri dari berbagai komponen gizi dan non gizi. Komposisi ASI tidak sama selama periode menyusui, pada akhir menyusui kadar lemak 4-5 kali dan kadar protein 1,5 kali lebih tinggi daripada awal menyusui. Juga terjadi variasi dari hari ke hari selama periode laktasi.

Proses produksi, sekresi, dan pengeluaran ASI dinamakan laktasi. Keberhasilan laktasi dipengaruhi oleh kondisi hormonal setelah dan saat kehamilan. Sementara kondisi sebelum kehamilan ditentukan oleh perkembangan payudara saat lahir dan saat pubertas.

Pengaruh Hormonal
Sejak bulan ketiga kehamilan, tubuh wanita mulai memproduksi hormon yang menstimulasi munculnya ASI dalam sistem payudara. Hingga akhirnya pada bulan kelima dan keenam kehamilan, payudara telah siap memproduksi ASI.

Adapun hormon-hormon tersebut adalah:

Prolaktin: berperan dalam membesarnya alveoli selama kehamilan.
Oksitosin: mengencangkan otot halus dalam rahim pada saat melahirkan dan setelahnya. Setelah melahirkan, oksitosin juga mengencangkan otot halus di sekitar alveoli untuk memeras ASI menuju saluran susu. Oksitosin berperan dalam proses turunnya susu (let-down / milk ejection reflex)
Progesteron: mempengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveoli. Tingkat progesteron dan estrogen menurun sesaat setelah melahirkan. Hal ini menstimulasi produksi secara besar-besaran
Estrogen: menstimulasi sistem saluran ASI untuk membesar. Tingkat estrogen menurun saat melahirkan dan tetap rendah untuk beberapa bulan selama tetap menyusui. Karena itu, sebaiknya ibu yang menyusui menghindari KB hormonal berbasis hormon estrogen, karena dapat mengurangi jumlah produksi ASI.
Follicle stimulating hormone (FSH)
Luteinizing hormone (LH)
Human placental lactogen (HPL): sejak bulan kedua kehamilan, plasenta mengeluarkan banyak HPL, yang berperan dalam pertumbuhan payudara, puting, dan areola sebelum melahirkan.

Dalam proses produksi ASI atau Laktogenesis terdapat tiga fase yaitu:
Laktogenesis I
Selama masa kehamilan, payudara biasanya menjadi lebih besar seiring dengan meningkatnya jumlah dan ukuran kelenjar alveoli sebagai hasil dari peningkatan hormon estrogen. Pada saat pembesaran payudara ini hormon prolaktin dan HPL, yang berperan dalam produksi ASI, aktif bekerja. Hal ini terjadi sampai seorang bayi telah disusui untuk beberapa hari dimana produksi susu yang sebenarnya dimulai.

Pada fase terakhir kehamilan, payudara memasuki fase Laktogenesis I. Saat itu payudara memproduksi kolostrum, yaitu berupa cairan kental yang kekuningan. Pada saat itu, tingkat progesteron yang tinggi mencegah produksi ASI sebenarnya. Tetapi bukan merupakan masalah medis apabila ibu hamil mengeluarkan (bocor) kolostrum sebelum lahirnya bayi, dan hal ini juga bukan indikasi sedikit atau banyaknya produksi ASI sebenarnya nanti.

Laktogenesis II
Saat melahirkan, keluarnya plasenta menyebabkan turunnya tingkat hormon progesteron, estrogen, dan HPL secara tiba-tiba, namun hormon prolaktin tetap tinggi. Hal ini menyebabkan terjadinya produksi ASI besar-besaran yang dikenal dengan fase Laktogenesis II.

Apabila payudara dirangsang, level prolaktin dalam darah meningkat, memuncak dalam periode 45 menit, dan kemudian kembali ke level sebelum rangsangan tiga jam kemudian. Keluarnya hormon prolaktin menstimulasi sel di dalam alveoli untuk memproduksi ASI, dan hormon ini juga keluar dalam ASI itu sendiri. Penelitian mengindikasikan bahwa level prolaktin dalam susu lebih tinggi apabila produksi ASI lebih banyak, yaitu sekitar pukul 2 pagi hingga 6 pagi, namun level prolaktin rendah saat payudara terasa penuh.

Hormon lainnya, seperti insulin, tiroksin, dan kortisol, juga terdapat dalam proses ini, namun peran hormon tersebut belum diketahui. Penanda biokimiawi mengindikasikan bahwa proses laktogenesis II dimulai sekitar 30-40 jam setelah melahirkan, tetapi biasanya para ibu baru merasakan payudara penuh sekitar 50-73 jam (2-3 hari) setelah melahirkan. Artinya, memang produksi ASI yang sebenarnya tidak langsung terjadi setelah melahirkan, jadi yang dikonsumsi bayi sebelum ASI adalah kolostrum.

Kolostrum mengandung sel darah putih dan antibodi yang tinggi daripada ASI sebenarnya, khususnya tinggi dalam level immunoglobulin A (IgA), yang membantu melapisi usus bayi yang masih rentan dan mencegah kuman memasuki bayi. IgA ini juga mencegah terjadinya alergi makanan. Dalam dua minggu pertama setelah melahirkan, kolostrum pelan pelan hilang dan tergantikan oleh ASI sebenarnya.

Laktogenesis III
Sistem kontrol hormon endokrin mengatur produksi ASI selama kehamilan dan beberapa hari pertama setelah melahirkan. Ketika produksi ASI mulai stabil, sistem kontrol autokrin dimulai. Fase ini dinamakan Laktogenesis III.

Pada tahap ini, apabila ASI banyak dikeluarkan, payudara akan memproduksi ASI dengan banyak pula. Penelitian berkesimpulan bahwa apabila payudara dikosongkan secara menyeluruh juga akan meningkatkan taraf produksi ASI. Dengan demikian, produksi ASI sangat dipengaruhi seberapa sering dan seberapa baik bayi menghisap, dan juga seberapa sering payudara dikosongkan

Hormon Pengatur Produksi ASI
Ketika seorang bayi mulai menyusu pada puting seorang wanita, hasil perangsangan fisik menyebabkan impuls. Impuls pada ujung saraf ini dikirim ke kelenjar hipotalamus di otak, dimana secara bergantian kelenjar ini memberitahu kelenjar pituitari yang juga berada di otak untuk menghasilkan dua hormon yang disebut oksitosin dan prolaktin. Kedua hormon ini memiliki peranan penting untuk mengatur produksi dan sekresi ASI.

a. Hormon Prolaktin
Dalam proses menyusui, payudara mengirimkan rangsangan ke otak. Otak kemudian bereaksi mengeluarkan hormon prolaktin yang masuk ke dalam aliran darah menuju kembali ke payudara. Hormon prolaktin merangsang sel-sel pembuat susu untuk bekerja memproduksi susu.

Sel-sel pembuat susu sesungguhnya tidak langsung bekerja ketika bayi menyusu. Sebagian besar hormon prolaktin berada dalam darah selama kurang lebih 30 menit setelah proses menyusui. Jadi setelah proses menyusui selesai, barulah sebagian besar hormon prolaktin sampai di payudara dan merangsang sel-sel pembuat susu untuk bekerja. Jadi, hormon prolaktin bekerja untuk produksi susu berikutnya. Sementara susu yang dihisap bayi sudah tersedia dalam payudara pada muara saluran ASI.

Saat menyusui, foremilk disimpan dalam alveoli dan lactiferous sinuses, akan tetapi kebanyakan dari susu hindmilk diproduksi berdasarkan permintaan. Payudara tidak menyimpan susu, tetapi memproduksinya berdasarkan permintaan. Semakin besar permintaan, semakin banyak susu yang diproduksi.

Yang sering dikeluhkan ibu-ibu adalah suplai ASI yang kurang, padahal ASI diproduksi berdasarkan kebutuhan. Jika diambil banyak akan diberikan banyak. Sederhananya, prinsip mekanisme produksi susu dalam payudara mirip dengan tanaman teh. Jika kita memetik pucuk teh, maka akan tumbuh dari bawah ketiak daun, dua buah cabang baru. Jadi semakin sering dipetik, semakin banyak pucuk mudanya. Jika tidak dipetik, tidak akan ada cabang baru.
Begitu pula dengan ASI, semakin sering disedot bayi, semakin banyak ASI yang diproduksi. Semakin jarang bayi menyusu, semakin sedikit ASI yang diproduksi. Jika bayi berhenti menyusu, maka payudara juga akan berhenti memproduksi ASI.

b. Hormon Oksitosin
Setelah menerima rangsangan dari payudara, otak juga mengeluarkan hormon oksitosin selain hormon prolaktin. Hormon oksitosin diproduksi lebih cepat daripada prolaktin. Hormon ini juga masuk ke dalam aliran darah menuju payudara.

Di payudara, hormon oksitosin merangsang sel-sel otot untuk berkontraksi. Kontraksi ini menyebabkan ASI hasil produksi sel-sel pembuat susu terdorong mengalir melalui pembuluh menuju muara saluran ASI. Kadang-kadang, bahkan ASI mengalir hingga keluar payudara ketika bayi sedang tidak menyusu. Mengalirnya ASI ini disebut refleks pelepasan ASI atau milk ejection reflex atau let down reflex.

Produksi hormon oksitosin bukan hanya dipengaruhi oleh rangsangan dari payudara, tetapi juga dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan ibu. Suara tangisan bayi juga dapat memicu aliran, yang memperlihatkan bagaimana produksi susu dapat dipengaruhi secara psikologi dan kondisi lingkungan. Jadi ketika ibu mendengar suara bayi, meskipun mungkin bukan bayinya, ASI dapat menetes keluar. Suara tangis bayi, sentuhan bayi, atau ketika ibu berpikir akan menyusui bayinya, atau bahkan ketika ibu memikirkan betapa sayangnya kepada sang bayi, ASI dapat menetes keluar.

Sebaliknya refleks pelepasan ASI dapat dihambat oleh kecemasan, ketakutan, perasaan tidak aman, atau ketegangan. Faktor-faktor ini diperkirakan dapat meningkatkan kadar epinefrin dan neroinefrin, dan selanjutnya akan menghambat transportasi oksitosin ke dalam payudara. Begitu pula bila ibu merasa tidak ingin memberikan ASI lagi (menyapih), kadang kala produksi susu juga akan berhenti dengan sendirinya.

Jika refleks pelepasan ASI ibu tidak bekerja dengan baik, bayi akan mengalami kesulitan memperoleh ASI karena harus mengandalkan hanya pada kekuatan sedotan menyusunya. Akibatnya, bayi akan kelelahan dan memperoleh sedikit ASI. Hal ini terkadang membuatnya frustasi, dan kemudian menangis.

Peristiwa ini tampak seolah-olah payudara berhenti memproduksi ASI, padahal tidak demikian, karena yang terjadi adalah payudara tetap memproduksi ASI, tetapi ASI tidak mengalir keluar. Oleh karena itu refleks pelepasan ASI yang bekerja dengan baik merupakan hal yang sangat penting bagi bayi.

Refleks Turunnya atau Pelepasan ASI
Keluarnya hormon oksitosin menstimulasi turunnya susu (milk ejection / let-down reflex). Oksitosin menstimulasi otot di sekitar payudara untuk memeras ASI keluar. Para ibu mendeskripsikan sensasi turunnya susu dengan berbeda-beda, beberapa merasakan geli di payudara dan ada juga yang merasakan sakit sedikit, tetapi ada juga yang tidak merasakan apa-apa.

Refleks turunnya susu tidak selalu konsisten khususnya pada masa-masa awal. Tetapi refleks ini bisa juga distimulasi dengan hanya memikirkan tentang bayi, atau mendengar suara bayi, sehingga terjadi kebocoran. Sering pula terjadi, payudara yang tidak menyusui bayi mengeluarkan ASI pada saat bayi menghisap payudara yang satunya lagi. Lama kelamaan, biasanya setelah dua minggu, refleks turunnya susu menjadi lebih stabil.

Refleks turunnya susu ini penting dalam menjaga kestabilan produksi ASI, tetapi dapat terhalangi apabila ibu mengalami stres. Oleh karena itu sebaiknya ibu tidak mengalami stres.Refleks turunnya susu yang kurang baik adalah akibat dari puting lecet, terpisah dari bayi, pembedahan payudara sebelum melahirkan, atau kerusakan jaringan payudara. Apabila ibu mengalami kesulitan dalam menyusui akibat kurangnya refleks ini, dapat dibantu dengan pemijatan payudara, penghangatan payudara dengan mandi air hangat, atau menyusui dalam situasi yang tenang.

Prolaktin dan oksitosin adalah hormon-hormon yang berperanan penting dalam penyusuan ibu di samping hormon-hormon utama wanita iaitu estrogen dan progesteron.

Semasa kehamilan, aras estrogen yang tinggi meningkatkan penghasilan prolaktin. Pada ketika ini prolaktin berperanan untuk kematangan kelenjar mamari (mamogenesis) bagi menyediakannya kepada penyusuan ibu apabila bayi lahir kelak. Namun begitu aras progesteron yang tinggi ketika itu merencat peranan prolaktin untuk merembeskan susu dalam waktu kehamilan ini.

Sebaik sahaja kelahiran berlaku, aras prolaktin akan berkurangan kerana pencetus dalamannya (iaitu plasenta) telah tiada. Oleh itu hisapan bayi akan memainkan peranan penting untuk merangsang penghasilan prolaktin selepas kelahiran ini.

Hisapan bayi akan merangsang reseptor pada puting dan areola ibu untuk mencetuskan impuls yang akan dibawa oleh sistem saraf ke otak (hipotalamus). Ini seterusnya merangsang kelenjar pituitari (anterior) merembeskan hormon prolaktin. Hormon prolaktin seterusnya dibawa oleh aliran darah ke payudara. Di payudara, reseptor yang terdapat di sekeliling alveolus akan mengesan kehadiran prolaktin dan seterusnya merangsang kelenjar mamari menghasilkan susu ibu untuk persediaan penyusuan seterusnya.

Apabila alveolus penuh terisi dengan susu ibu, dinding sel mioepitelia akan mengembang dan menghalang prolaktin sampai ke reseptor di alveolus. Oleh itu apabila reseptor pada dinding alveolus mengesan kekurangan prolaktin, penghasilan susu oleh kelenjar mamari juga akan berkurangan. Sebaliknya apabila alveolus telah dikosongkan (susu telah dikeluarkan/dihisap oleh bayi), sel mioepitelia akan kembali ke bentuk asal dan seterusnya membenarkan prolaktin melaluinya untuk merangsang kelenjar mamari menghasilkan susu semula. Perembesan prolaktin ini dikenali sebagai refleks prolaktin.

Untuk memahami refleks ini dengan mudah, saya ringkaskan begini:
*Bayi menghisap puting payudara dan mengosongkan stok susu dalam payudara
*Prolaktin dirembes oleh kelenjar pituitari
*Prolaktin merangsang kelenjar mamari menghasilkan susu
*Payudara diisi dengan susu semula
*Kehadiran susu dalam payudara merencat tindakan prolaktin
*Jika susu di dalam payudara tidak dikeluarkan, aras prolaktin kekal rendah, maka susu baru tidak dihasilkan
*Jika susu di dalam payudara dikeluarkan, proses penghasilan susu akan berlaku semula
*Kesimpulannya: lebih kerap payudara dikosongkan lebih banyak prolaktin akan berjaya merangsang kelenjar mamari menghasilkan susu.
*Namun begitu prolaktin hanya berperanan dalam penghasilan susu (laktogenesis) tetapi pancutan susu dikawal oleh hormon oksitosin yang dirembeskan oleh kelenjar pituitari (posterior).

Hisapan bayi pada puting payudara ibu mencetuskan impuls yang dibawa oleh neuron ke otak untuk merangsang kelenjar pituitari (posterior) merembeskan oksitosin. Oksitosin seterusnya dibawa oleh aliran darah ke payudara ibu. Kehadiran oksitosin merangsang sel mioepitelia mengecut dan seterusnya merangsang pancutan susu melalui duktus laktiferus ke arah areola dan puting payudara. Tindakan ini dinamakan refleks oksitosin atau lebih dikenali sebagai let-down reflex.

7 keajaiban janin

DediNews, Proses pembelajaran janin sudah dimulai sejak dalam kandungan, janin ikut belajar pada trimester kedua dan ketiga, seperti di dalam ruang Amphitheater yang lebih canggih dari kelas mana pun di dunia.

Berikut keahlian-keahlian bayi yang sudah dimiliki sejak dalam kandungan, menurut Fred J. Schwartz, MD, ahli anestesi dari Piedmont Hospital in Atlanta, Georgia dikutip, Sabtu (26/2/2011).

1. Menghisap Jempol
Wajar jika kebanyakan bayi suka mengisap jempol, karena ternyata kebiasaan ini sudah dimulai sejak dalam kandungan. Refleks isap ini membantu bayi saat akan menyusu, maka ibu tidak perlu lagi memaksakan untuk menyodorkan puting. Keahlian mengisap jempol ini sudah mulai sejak minggu ke-19 karena otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik sehingga ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol.

2. Berenang
Sejak bayi di dalam kandungan ia sudah terbiasa berada di dalam air selama 9 bulan, yaitu cairan ketuban. Bayi sedang senang-senangnya berenang di usia kehamilan 20 minggu. Saat ini bayi sedang membuat gerakan-gerakan aktif yang dapat dirasakan ibu, mungkin karena panjangnya baru separuh dari panjang lahir dan beratnya baru sekitar 340 gram sehingga ia masih punya banyak ruang untuk berenang.

3. Cegukan
Saat hamil, terkadang ibu merasakan gerakan continu di satu bagian perutnya. Bisa jadi saat itu janin sedang cegukan. Hal ini biasanya dirasakan sejak kandungan menginjak minggu ke-25. Hal ini menandakan bahwa janin sedang berlatih pernapasan. Saat ini janin menghirup dan mengeluarkan air ketuban, ketika air ketuban yang tertelan terlalu banyak maka ia akan cegukan. Hal ini sesuatu yang wajar.

4. Mendengar
Banyak yang menyarankan ibu hamil sering-sering berkomunikasi dengan janin dalam kandungannya. Hal ini benar, karena meski masih di dalam kandungan, janin sudah dapat mendengar suara ibunya sendiri dan suara orang lain di sekitarnya. Saat melakukan USG 4 dimensi, selain memeriksa kelengkapan organ tubuh, dokter juga akan meminta janin melakukan sesuatu dan melihat respon si janin. Misalnya, ketika janin sedang menunduk, ketika dokter meminta ia menegakkan kepala, ternyata janin bisa mengikuti perintah. Jadi sebaiknya ibu hamil berhati-hati dalam berkata-kata karena janin juga bisa mendengar jika ibunya sedang marah-marah. Hal ini terbukti dengan reaksi perut yang langsung mengencang.

5. Membedakan Terang dan Gelap
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi sejak dalam kandungan 27-28 minggu sudah bisa membuka matanya, sehingga sudah bisa membedakan antara gelap dan terang. Bisa terlihat ketika dokter menempelkan senter di perut, ia bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim. Bahkan janin bisa mengedipkan mata jika menurutnya terlalu silau.

6. Mengekspresikan Diri
Sejak dalam kandungan janin ternyata sudah bisa mengekspresikan diri sesuai dengan yang sedang dirasakan ibunya. Jika ibu dalam keadaan bahagia, duduk santai sambil mendengarkan musik, maka janin juga akan merasakan kebahagiaan tersebut sehingga ia akan tersenyum. Sebaliknya, jika ibu sedang stres, maka janin akan menyengitkan dahi. Lihat saja pada potret USG 4 dimensi bayi Anda.

7. Belajar Dua Bahasa
Ternyata, bayi di dalam kandungan bisa belajar memahami bahasa yang sering ia dengar, bahkan hingga dua bahasa sekaligus. Dan kemampuan ini terbawa hingga mereka lahir. Dalam sebuah penelitian yang dimuat di Psychological Science, bayi yang terbiasa mendengar dua bahasa selama dalam rahim ibunya kelak akan lebih mudah belajar dua bahasa. Hal ini juga sesuai dengan hasil penelitian psikolog dari Universitas of British Columbia dan Organization for Economic Cooperation and Development di Perancis.

Persiapan Menyambut Kedatangan Anggota Keluarga Baru

hihihihihi tak terasa si kecil udah lahir menemani hari-hari keluarga kami,senangnya tiap hari ada celotehan si kecil di rumah🙂

dan tak terasa si kecil udah 2.5 bulan, dan udah lama banget tidak mengupdate si blog ni,kebetulan kemaren waktu belanja2 keperluan si baby masih ada rinciannya,berikut keperluan menyambut anggota keluarga baru, Insyaallah list2 ni berguna bagi calon2 bunda dan ayah :

Kebutuhan Utama Bayi

>>Pakaian

ð [½ lusin] stelan baju tangan panjang + celana panjang

ð [1lusin] atasan lengan pendek

ð [1lusin] atasan tanpa lengan

ð [1½ lusin] celana pop/celana pendek

ð [2-3] jumper/baju monyet

ð [2-3] celana tutup kaki **optional

ð [4-6 pasang] sarung kaki + sarung tangan

ð [1-2 buah] kaos kaki/sepatu bayi

ð [1] cardigan/jaket/baju hangat

ð [1] topi bayi

ð [½ lusin] singlet

ð [3 lusin] popok kain

ð [½ lusin] gurita ( optional coz sekarang dokter g nyaranin pake gurita, btw skrg udah ada gurita yg berperekat jd lebh aman )

ð [1- 1½ lusin] bedong

ð [2-3 buah] alas dada/oto (bib)

ð [½ lusin] sapu tangan handuk

Perlengkapan Mandi & Ganti Pakaian

ð bak mandi *bisa dipinjam

ð penyangga/kursi mandi **optional

ð perlak mandi untuk alas ganti pakaian

ð alas karet anti slip ***jika menggunakan kursi mandi, alas ini bisa dibeli setelah bayi bisa duduk sendiri didalam bak (ky nya gak perlu)

ð [2 buah] handuk bayi besar

ð [3-4 buah] washlap/sarung tangan handuk

ð sponge bath **optional

ð sabun mandi

ð shampoo ***bisa menggunakan yang two in one dengan sabun

ð baby lotion/baby cream

ð baby oil

ð baby cologne

ð diapers cream

ð bedak+tempatnya

ð minyak telon

ð lotion anti nyamuk

ð wet tissue

ð cotton buds

ð sisir+sikat bayi

ð gunting kuku bayi

ð 1 pack newborn pampers

ð kapas bulat ***kalau mau irit beli kapas kiloan di apotik lalu bentuk bulat-bulat, simpan di toples

Perlengkapan Tidur

ð box/crib/tempat tidur bayi *bisa dipinjam

ð kasur ***sebaiknya baru

ð [2 pasang] bantal guling

ð Seprai, bumper/pengaman, kelambu

ð bantal peang (ada lekukan di bagian kepala)

ð selimut bayi

ð kojong/tudung **optional

ð [1 buah] perlak besar

ð [2 buah] perlak kecil

ð alat monitor bayi **optional & bisa dipinjam

Perlengkapan Minum & Makan

ð botol susu + dot )***beli 2-3 botol ukuran kecil, lainnya bisa dibeli setelah bayi lahir

ð sterilizer/panci untuk merebus botol ***pilih salah satu

ð penjepit untuk mengambil dot & botol ***optional

ð sabun + sikat cuci botol

ð box untuk menyimpan botol

ð milk powder container

ð bottle warmer **optional & bisa dipinjam

ð botol susu berujung sendok untuk memberikan ASI atau jus buah usia 6 bulan ke atas

ð training cup

ð perlengkapan makan bayi (sendok+piring,dll) ***untuk 6 bulan keatas

ð pemeras jeruk, parutan & saringan ***untuk 6 bulan keatas

ð food processor atau bisa menggunakan juicer atau saringan untuk melembutkan makanan tim ***untuk 6 bulan keatas

ð kursi makan **optional & bisa dipinjam

Kebutuhan Tambahan

ð thermometer

ð sedotan ingus (nose cleaner)

ð kassa

ð alcohol 70%

ð betadine

ð tas bayi **optional

ð play pens [boks tempat main bayi] **optional & bisa dipinjam

ð baby bouncer (kursi santai bayi) **optional & bisa dipinjam

Kebutuhan Travelling

ð stroller/kereta bayi *bisa dipinjam

ð gendongan bayi (sling)

ð car seat **optional & bisa dipinjam

ð carry cot (keranjang bayi) **optional & bisa dipinjam

Kebutuhan Ibu

ð [3 buah] BH menyusui

ð breast pads

ð gurita ibu

ð breast pump (pemompa asi) **optional

okey bunda2,persiapkan segala sesuatu nya buat si kecil sedari awal, coz nanti kl dah lahir waktu kita tersita buat ngurus baby, dan udah g sempet lagi buat belanja2

memonitor dan memblok trafik Virus pada Cisco Router

Hari ni ada tambahan ilmu baru , thanks bat mas tyo  dikasih tau link nya….

dan kali ini lagi-lagi copy paste dari seumpunya …

Router merupakan sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Router menghubungkan network-network tersebut pada network layer dari model OSI, sehingga secara teknis Router adalah Layer 3 Gateway.

Selain itu juga router dapat menangkap dan melihat aktivitas trafik dalam jaringan, sehingga memudahkan kita untuk mengklasifikasikan trafik dan membuang paket-paket yang tidak diperlukan.

Berkembangnya virus-virus komputer yang sangat cepat, cukup merugikan para penyedia jaringan dan pengguna komputer. Serangan virus ini telah banyak mengkonsumsi bandwidth sehingga trafik aplikasi yang sebenarnya tidak bisa dilewatkan melalui jaringan karena jaringan telah dipenuhi oleh paket-paket virus.

Berikut ini tulisan yang menyajikan cara memonitor trafik dan memblok paket virus dengan menggunakan router Cisco.

Untuk menampung semua trafik yang keluar masuk, harus dibuatkan tempat yang biasanya disebut log.

Pada router cisco, buffer log tidak aktfi secara default. Oleh karena itu kita harus mengaktifkannya sebelum menampung trafik yang akan kita lihat.

Cara mengaktifkan log buffer pada Router Cisco:

Router(config)# logging buffered 4096
Router(config)# exit

Angka 4096 mempunyai satuan bytes, jadi tempat/memori yang disediakan untuk menangkat trafik sebesar 4096 Bytes.

Setelah itu, kita membuat profile untuk menangkap trafik dengan menggunakan Access Control List (ACL) extended.

Contoh :

Konfigurasi access-list 101

Router# config t
Router(config)# access-list 101 permit icmp any any log
Router(config)# access-list 101 permit tcp any any gt 0 log
Router(config)# access-list 101 permit udp any any gt 0 log
Router(config)# access-list 101 permit ip any any log

Pengertian permit berarti semua paket (icmp, tcp, udp, ip) diijinkan lewat

Selanjutnya terapkan Access-List yang sudah dibuat pada interface yang akan kita tangkap trafiknya.

Misal kita ingin menangkap trafik yang masuk ke port Fast Ethernet 0 : (dapat diterapkan di semua interface, seperti : E0, S0, S1.1, S2/0.1, ATM0/0.1, dll)

Router(config)# int fa0
Router(config-if)# ip access-group 101 in
Router(config-if)# exit

Agar hasil log dapat terlihat Tanggal dan Jam-nya, maka harus dikonfigurasi sebagai berikut:

Router(config)# service timestamps log datetime localtime
Router(config)# exit
Router#clock set 14:00:00 17 May 2004

Setelah selesai, kita dapat melihat semua trafik yang masuk ke Fast Ethernet 0:

Perintah yang digunakan adalah : show log

Router# show log

May 17 14:02:38: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 101 permitted tcp 172.21.0.182(1019) -> 192.168.134.82(515), 2 packets

May 17 14:02:44: %SEC-6-IPACCESSLOGDP: list 101 permitted icmp 192.168.134.2 -> 192.168.134.42 (3/13), 6 packets

May 17 14:02:44: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 101 permitted tcp 172.21.0.182(1019) -> 192.168.134.43(515), 1 packet

May 17 14:03:03: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 101 permitted tcp 172.21.0.155(1014) -> 192.168.134.67(515), 2 packets

May 17 14:03:05: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 101 permitted tcp 172.21.0.182(1005) -> 192.168.134.67(515), 2 packets

Dari data trafik baris pertama di atas, paket tcp port 1019 dengan IP 172.21.0.182 masuk ke port Fast Ethernet 0 dengan tujuan IP 192.168.134.82 menggunakan port 515 sebanyak 2 paket, terjadi pada tanggal 17 May 2004 jam 14:02:38.

Dari data trafik baris pertama di atas, paket tcp port 1019 dengan IP 172.21.0.182 masuk ke port Fast Ethernet 0 dengan tujuan IP 192.168.134.82 menggunakan port 515 sebanyak 2 paket, terjadi pada tanggal 17 May 2004 jam 14:02:38.Dari data trafik baris pertama di atas, paket tcp port 1019 dengan IP 172.21.0.182 masuk ke port Fast Ethernet 0 dengan tujuan IP 192.168.134.82 menggunakan port 515 sebanyak 2 paket, terjadi pada tanggal 17 May 2004 jam 14:02:38.Untuk melihat throughput atau utilisasi pada interface Fast Ethernet 0, dapat menggunakan perintah:

Router# sho int fa0

….
5 minute input rate 11264000 bits/sec, 2378 packets/sec
5 minute output rate 5203000 bits/sec, 3060 packets/sec
……

Virus Jaringan

PC yang terkena virus akan selalu mengirimkan paket-paket ke jaringan dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

Jika pada saat kita menangkap trafik pada suatu interface, terdapat pola paket yang sangat banyak dan menggunakan port TCP, UDP atau ICMP yang sama, kemungkinan jaringan ini terkena virus.

Berikut contoh-contoh paket virus dalam jaringan :

Salah satu jenis Virus Blaster menggunakan TCP port 135, virus ini dapat memenuhi jaringan dan menyebabkan aplikasi di jaringan menjadi lambat atau bahkan hang. Paket ini akan terus memenuhi jaringan walaupun kondisi komputer sedang tidak melakukan aktivitas.

May 19 14:25:48: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.69(2865) -> 129.74.248.15(135), 1 packet

May 19 14:25:49: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.66(4283) -> 10.239.97.117(135), 1 packet

May 19 14:25:50: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.69(2897) -> 129.74.248.47(135), 1 packet

May 19 14:25:51: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.70(3832) -> 166.58.195.45(135), 1 packet

May 19 14:25:52: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.68(2189) -> 68.44.91.87(135), 1 packet

May 19 14:25:53: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.70(3864) -> 166.58.195.77(135), 1 packet

May 19 14:25:54: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.66(4335) -> 10.239.97.167(135), 1 packet

May 19 14:25:55: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.69(2947) -> 129.74.248.97(135), 1 packet

May 19 14:25:56: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.66(4369) -> 10.239.97.199(135), 1 packet

May 19 14:25:57: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.68(2239) -> 68.44.91.137(135), 1 packet

May 19 14:25:58: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.70(3914) -> 166.58.195.127(135), 1 packet

Jenis Virus Blaster yang lain menggunakan TCP port 445, 139 dan UDP port 137 (ada juga yang menggunakan port 138, tetapi tidak ditampilkan di sini)

May 25 15:46:46: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2774) -> 64.120.84.40(445), 1 packet

May 25 15:46:47: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2776) -> 64.120.84.41(445), 1 packet

May 25 15:46:48: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2778) -> 64.120.84.42(445), 1 packet

May 25 15:46:49: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2780) -> 64.120.84.43(445), 1 packet

May 25 15:46:50: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2782) -> 64.120.84.44(445), 1 packet

May 25 15:46:51: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2784) -> 64.120.84.45(445), 1 packet

May 25 15:46:52: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2787) -> 64.120.84.46(139), 1 packet

May 25 15:46:53: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2789) -> 64.120.84.47(139), 1 packet

May 25 15:46:54: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2790) -> 64.120.84.48(445), 1 packet

May 25 15:46:55: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2792) -> 64.120.84.49(445), 1 packet

May 25 15:46:56: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2794) -> 64.120.84.50(445), 1 packet

May 25 15:48:06: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2922) -> 64.120.84.111(139), 1 packet

May 25 15:48:07: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2924) -> 64.120.84.112(139), 1 packet

May 25 15:48:08: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2940) -> 64.120.84.119(139), 1 packet

May 25 15:48:10: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2944) -> 64.120.84.121(139), 1 packet

May 25 15:48:11: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2952) -> 64.120.84.125(445), 1 packet

May 25 15:48:12: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2955) -> 64.120.84.126(139), 1 packet

May 25 15:48:13: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2956) -> 64.120.84.127(445), 1 packet

May 25 15:48:14: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2959) -> 64.120.84.128(139), 1 packet

May 25 15:48:15: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2962) -> 64.120.84.129(139), 1 packet

May 25 15:48:16: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2964) -> 64.120.84.130(139), 1 packet

May 25 15:48:17: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2966) -> 64.120.84.131(139), 1 packet

May 25 15:48:18: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2968) -> 64.120.84.132(139), 1 packet

May 25 15:48:19: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2970) -> 64.120.84.133(139), 1 packet

May 25 15:48:21: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2974) -> 64.120.84.135(139), 1 packet

May 25 15:48:22: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2976) -> 64.120.84.136(139), 1 packet

May 25 15:48:23: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2978) -> 64.120.84.137(139), 1 packet

May 25 15:48:24: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2981) -> 64.120.84.138(139), 1 packet

May 25 15:48:25: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2984) -> 64.120.84.139(139), 1 packet

May 25 15:48:26: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2985) -> 64.120.84.140(445), 1 packet

May 25 15:48:27: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2979) -> 64.120.84.138(445), 1 packet

May 25 15:48:28: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2984) -> 64.120.84.139(139), 1 packet

May 25 15:48:29: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2992) -> 64.120.84.143(139), 1 packet

May 25 15:48:30: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2974) -> 64.120.84.135(139), 1 packet

May 25 15:48:32: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 107 permitted tcp 202.152.18.230(2978) -> 64.120.84.137(139), 1 packet

May 18 16:20:48: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 permited udp 10.49.100.230(1028) -> 19.135.133.55(137), 1 packet

May 18 16:20:49: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 permited tcp 10.49.12.124(4616) -> 10.14.44.151(445), 1 packet

May 18 16:20:50: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 permited tcp 10.49.148.98(2979) -> 10.49.181.197(445), 1 packet

May 18 16:20:51: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 permited tcp 10.49.20.116(4176) -> 10.49.239.149(445), 1 packet

May 18 16:20:52: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 permited udp 10.49.18.195(1030) -> 139.64.66.76(137), 1 packet

May 18 16:20:53: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 permited udp 10.49.12.34(1027) -> 120.134.165.57(137), 1 packet

May 18 16:20:54: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 permited udp 10.49.6.35(1031) -> 3.151.81.106(137), 1 packet

May 18 16:20:55: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 permited tcp 10.49.20.115(3517) -> 10.49.217.164(445), 1 packet

May 18 16:20:56: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 permited tcp 10.49.2.131(1903) -> 10.174.107.77(445), 1 packet

May 18 16:20:57: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 permited tcp 10.49.22.68(4704) -> 10.57.51.106(445), 1 packet

May 18 16:20:58: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 permited udp 10.49.5.99(1027) -> 132.70.123.242(137), 1 packet

May 19 14:25:48: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.69(2865) -> 129.74.248.15(135), 1 packet

May 19 14:25:49: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.66(4283) -> 10.239.97.117(135), 1 packet

May 19 14:25:50: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.69(2897) -> 129.74.248.47(135), 1 packet

May 19 14:25:51: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.70(3832) -> 166.58.195.45(135), 1 packet

May 19 14:25:52: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.68(2189) -> 68.44.91.87(135), 1 packet

May 19 14:25:53: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.70(3864) -> 166.58.195.77(135), 1 packet

May 19 14:25:54: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.66(4335) -> 10.239.97.167(135), 1 packet

May 19 14:25:55: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.69(2947) -> 129.74.248.97(135), 1 packet

May 19 14:25:56: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.66(4369) -> 10.239.97.199(135), 1 packet

May 19 14:25:57: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.68(2239) -> 68.44.91.137(135), 1 packet

May 19 14:25:58: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 102 permitted tcp 10.236.48.70(3914) -> 166.58.195.127(135), 1 packet

Paket Virus Welchia/Nachi:

Oct 22 10:59:50: %SEC-6-IPACCESSLOGDP: list 101 permitted icmp 202.152.13.98 -> 192.170.211.87 (8/0), 1 packet

Oct 22 10:59:51: %SEC-6-IPACCESSLOGDP: list 101 permitted icmp 202.152.13.98 -> 192.170.211.248 (8/0), 1 packet

Oct 22 10:59:52: %SEC-6-IPACCESSLOGDP: list 101 permitted icmp 202.152.13.98 -> 192.170.212.186 (8/0), 1 packet

Oct 22 10:59:53: %SEC-6-IPACCESSLOGDP: list 101 permitted icmp 202.152.13.98 -> 192.170.213.46 (8/0), 1 packet

Dengan menggunakan Router kita dapat memblok paket-paket tersebut diatas agar tidak menulari jaringan yang lain atau memenuhi jaringan WAN.

Bloking paket virus dilakukan di sisi router pada interface yang paling dekat dengan keberadaan jaringan yang bervirus.

Contoh cara melakukan Bloking Paket pada virus Blaster yang menggunakan TCP port 445 dan UDP port 137 adalah dengan menggunakan Access Control List (ACL) sebagai berikut :

Router# config t
Router(config)# access-list 104 deny tcp any any eq 445 log
Router(config)# access-list 104 deny udp any any eq 137 log
Router(config)# access-list 104 permit ip any any

Catatan : Jangan lupa di akhir command untuk selalu memasang permit ip any any , setelah anda melakukan bloking dengan perintah deny. Jika anda tidak memasang permit ip any any, maka semua paket akan diblok.

Selanjutnya kita pasang access-list 104 di atas, pada interface tempat masuknya virus, misal di interface ethernet0:

Router(config)# int e0
Router(config-if)#ip access-group 104 in
Router(config-if)# exit

Untuk melihat hasilnya adalah sebagai berikut :

Router# sho log

May 18 16:21:08: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 denied udp 169.254.166.50(137) -> 169.254.255.255(137), 1 packet

May 18 16:21:09: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 denied tcp 10.49.151.68(1339) -> 10.49.35.78(445), 1 packet

May 18 16:21:10: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 denied udp 10.49.100.230(1028) -> 4.71.4.82(137), 1 packet

May 18 16:21:11: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 denied udp 10.49.19.130(1027) -> 46.33.60.237(137), 1 packet

May 18 16:21:12: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 denied udp 10.49.7.194(1028) -> 140.120.202.83(137), 1 packet

May 18 16:21:13: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 denied tcp 10.49.15.132(3882) -> 10.74.93.59(445), 1 packet

May 18 16:21:14: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 denied tcp 10.49.20.115(3562) -> 185.142.133.192(445), 1 packet

May 18 16:21:15: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 denied tcp 10.49.12.124(3058) -> 10.228.79.203(445), 1 packet

May 18 16:21:16: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 denied tcp 10.49.12.40(3571) -> 31.7.189.248(445), 1 packet

May 18 16:21:17: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 denied udp 10.49.13.130(1026) -> 14.0.106.191(137), 1 packet

May 18 16:21:18: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 denied udp 10.49.15.99(1029) -> 62.178.109.147(137), 1 packet

May 18 16:21:19: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 denied udp 10.49.8.105(1027) -> 144.203.127.85(137), 1 packet

May 18 16:21:20: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 denied udp 10.49.8.6(1027) -> 119.123.155.124(137), 1 packet

May 18 16:21:21: %SEC-6-IPACCESSLOGP: list 104 denied tcp 10.49.20.116(4314) -> 17.101.32.39(445), 1 packetTerlihat bahwa semua paket yang menggunakan TCP port 445 dan UDP port 137 akan di Deny (blok).Terlihat bahwa semua paket yang menggunakan TCP port 445 dan UDP port 137 akan di Deny (blok).Hal ini sangat bermanfaat jika jaringan kita menggunakan WAN.

Terlihat bahwa semua paket yang menggunakan TCP port 445 dan UDP port 137 akan di Deny (blok).Hal ini sangat bermanfaat jika jaringan kita menggunakan WAN.Misal kita menggunakan WAN Frame Relay dengan kecepatan 64 Kbps. Jika suatu LAN 100 Mbps di remote terkena virus seperti diatas, maka semua paket virus ini akan menyebar dan masuk ke WAN yang mempunyai kecepatan hanya 64 Kbps. Dapat dibayangkan pasti jaringan WAN yang 64 kbps ini akan penuh, dan user-user di remote tidak akan bisa melakukan hubungan ke jaringan pusat.

Dengan dilakukan bloking seperti cara di atas, maka jaringan WAN 64 Kbps ini akan bersih dan tetap terjaga pemakaian bandwidthnya.

Selamat mencoba!!!

1. Seorang ibu muda berpikir : “kalau hamil pasti menyenangkan deh”

Kenyataannya : capek banget pergi kemana2 sambil ngebawa calon bayi di dalam perutnya selama 9 bulan!!! Pake baju jadi susah karena kesempitan semua, n pastinya bolak-balik WC karena mual dan muntah-muntah.

Tapi : semua terbayar saat kita mulai menendang-nendang perutnya dan kita memperdengarkan detak jantung pertama kita.

2. Seru dan menyenangkan deh akan punya anak.

Kenyataannya : capek mempersiapkan perlengkapan si calon bayi, mulai dari tempat tidur, mainan, perlengkapan kamar dan lainnya. Belum lagi kalau bayinya sakit.

Tapi : tidak sebanding asalkan kita nantinya merasa senang saat menggunakannya.

3. Melahirkan adalah saat-saat yang dinantikan.

Kenyataannya : super capek n melelahkan, n pastinya sakit bangettttttt. …….

Tapi : sejenak semua rasa sakit dan lelah hilang saat ia mendengarkan tangisan kita untuk pertama kalinya.

4. Berharap akan menyusui sebaik mungkin, sesuai anjuran dokter.

Kenyataannya : setiap hari harus menggendong dan menyusui si bayi, yang pastinya amat melelahkan. Belum lagi kalau (maaf) putingnya suka kegigit si bayi.

Tapi : semua terbayarkan saat semakin hari ia melihat kita bertambah besar dan gemuk, tumbuh besar dan sehat karena ASI yang ia berikan.

5. Banyak ibu muda mikir : “mudah2an anak gw cepet gede dan bisa jalan, supaya gw ga capek gendong2 lagi.”

Kenyataannya : SALAH! Malah makin capek lagi karena si ibu harus lari-lari kesana-kemari karena si anak suka lari-lari.

Tapi : dari matanya terlihat bahwa sesungguhnya ia merasa senang karena kaki kita sudah bertambah kuat dan mampu digunakan untuk berlari. Tidak hanya selalu ia yang mengejar kita, namun saat kita berjalan menghampirinya.

6. Setelah anak masuk sekolah : “akhirnya selama beberapa jam anak ada di sekolah dan bisa sedikit istirahat”

Kenyataannya : harus lebih kerja keras, karena biaya sekolah semakin mahal. Malahan harus bangun lebih pagi mempersiapkan sarapan dan belanja ke pasar. Bayangkan saja tiap pagi udah fitness angkat-angkat belanjaan

Tapi : ia akan merasa sangat senang saat setiap pagi mendengar kita dengan tidak sabarnya ingin berangkat ke sekolah sambil berkata, “nanti saya mau jadi pilot…! mau jadi presiden..!” atau yang lainnya.

7. Saat remaja, anak seharusnya sudah mulai bisa di lepas karena sudah mulai dewasa.

Kenyataannya : malah bikin repot karena nyoba-nyoba pacaran. Belum lagi mulai rewel minta beli HP, naikin uang jajan, atau yang lainnya.

Tapi : mereka merasa senang karena seolah2 mereka sedang bernostalgia saat melihat kita. Karena mungkin apa yang kita lakukan sekarang pernah mereka lakukan juga.

8. Saat dewasa artinya anak sudah bisa di lepas, diberi tanggung jawab penuh atas hidupnya.

Kenyataannya : mereka akan tetap sibuk membantu proses pernikahan. Mengumpulkan uang untuk biaya pernikahan, bahkan ikut membantu menulis satu persatu kartu undangan.

Tapi : namun sebenarnya yang mereka lakukan tanpa paksaan, bahkan mereka melakukannya dengan senang dan semangat, seolah2 seperti mereka yang ingin menikah lagi.

9. Udah punya suami, jadi sudah bukan tanggung jawab saya.

Kenyataannya : tetap menjadi tempat curhat, namanya juga pasangan baru, suka ada masalah. Kadang juga masih membantu urus cucu.

Tapi : cucu yang selalu merepotkan mereka, mungkin sebenarnya hadiah ke 2 terbesar kita yang dapat kita berikan. (no.1 ya kelahiran kita sendiri)

10. “Saat saya meninggal, maka usai sudah peran saya sebagai seorang ibu.”

Kenyataannya : ia akan terus mendoakan kita dari atas sana. Ia tidak akan pernah meninggalkan kita, walaupun secara fisik ia telah tiada.

Tapi : ga pake tapi-tapian lagi kali ini. Ternyata seorang ibu itu tidak pernah beristirahat. Jadi jangan nunda-nunda waktu kalau beliau meminta tolong sesuatu kepada kita. Jangan menjawab : “entar dulu ah… capek nih, baru pulang sekolah!” atau yang sejenisnya, karena sepanjang hidupnya, ia telah bersusah payah untuk kita. Ibu adalah anugrah terbesar yang Tuhan berikan kepada kita. Jangan sia-siain waktu kita untuk berbuat baik kepadanya selama ia masih hidup.

Thank you my mom, buat kasih sayang nya selama ni, maapin anakmu ni yah….

luph you